GADINGNEWS, GOWA – Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Gowa, Syamsu Marlin, menyatakan kecurigaannya terhadap adanya motif tertentu di balik tindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang kembali menurunkan baliho AMPI.
Insiden yang terjadi untuk kedua kalinya dalam waktu singkat di perempatan Kantor Bupati Gowa.ini, dinilai sebagai langkah yang tidak profesional dan mengarah pada adanya “gimik” tertentu, entah untuk mengganggu AMPI atau untuk mengganggu situasi daerah.
“Kami sangat menyayangkan tindakan Satpol PP yang bertindak layaknya preman dengan menurunkan baliho kami tanpa notifikasi dan prosedur yang jelas. Ini sudah kali kedua baliho kami diturunkan di lokasi yang sama. Pola tindakan seperti ini patut kami curigai, ada apa di balik ini semua?” ujar Syamsu Marlin.
![]()
Dugaan adanya ‘gimik’ atau motif tertentu yang sengaja dimainkan oleh oknum-oknum tertentu jelas mencederai Pemda Gowa sendiri dan semangat demokrasi yang ingin kita bangun, sinyal adanya masalah dalam tubuh Pemda Gowa pun disampaikan oleh mantan kader HMI ini.
Atas nama Marwah DPD AMPI Kabupaten Gowa menuntut Pemda untuk segera memberikan penjelasan resmi dan transparan terkait tindakan Satpol PP.
Hentikanlah tindakan kesewenang-wenangan di Bumi Sultan Hasanuddin, AMPI Gowa mendesak agar praktik-praktik sewenang-wenang seperti ini tidak terulang kembali.
Marlin Daeng Para’ba sapaan akrabnya berharap insiden ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak mengganggu sinergi antara organisasi kepemudaan dengan pemerintah daerah yang seharusnya berjalan harmonis.
“Kami dari Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) adalah organisasi kepemudaan nasional, yang telah lama digembleng dengan doktrin pengabdian, karya kekaryaan, bergerak di bidang sosial, politik, dan kemasyarakatan”, tegas Marlin.
“AMPI Gowa berkomitmen siap untuk mengawal aspirasi pemuda dan masyarakat Gowa, siaga untuk mendukung kebaikan bagi daerah yang kita cintai bersama ini”, pungkasnya.(**)
