GADINGNEWS, SUMENEP – Berdaur.id yang merupakan gerakan lingkungan yang digerakkan oleh anak muda Makassar, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas dampak edukasi dan pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Pada akhir Januari 2026, tim Berdaur.id melakukan pendampingan intensif di Pulau Pagerungan Besar mulai dari edukasi, pelatihan teknis, hingga mendampingi proses launching Recycling Center di pulau tersebut.
Pulau Pagerungan Besar yakni pulau berpenghuni di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil gas alam utama di ujung timur Madura.
Kegiatan ini menjadi langkah penting yang menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur di wilayah kepulauan atau wilayah yang selama ini menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas, volume sampah plastik yang tinggi dan minimnya akses edukasi tentang ekonomi sirkular.
Beberapa perwakilan Berdaur yang hadir diantaranya Yayang Malil, Founder Berdaur.id, Muh. Nur Adzan, Tim Pendamping Teknis, dan Rakhmat Hidayat M., Tim Operasional & Edukasi.
“Kami datang dari Makassar, membawa semangat kolaborasi. Berdaur adalah inisiatif anak muda Makassar, alumni dan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang percaya bahwa literasi lingkungan harus sampai ke pulau-pulau,” ujar Yayang Malil dalam sambutannya.
![]()
Pendampingan dari Dasar hingga Launching Recycling Center
Selama pendampingan, tim Berdaur.id melakukan beberapa aktivitas utama:
- Pemantauan dan asesmen timbulan sampah di rumah tangga dan pesisir.
- Workshop pemilahan sampah melibatkan warga, pemuda, perangkat desa,dan kelompok perempuan.
- Pelatihan teknis daur ulang sederhana, termasuk memilah, mencacah, mencuci, dan memproses plastik bernilai rendah.
- Pendampingan operasional hingga penyusunan SOP dasar Recycling Center.
- Penguatan kolaborasi dengan pemerintah desa dan pemuda lokal agar fasilitas beroperasi secara berkelanjutan.
Acara peresmian Recycling Center Pagerungan Besar dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Pemerintah Desa Pagerungan Besar, Karang Taruna Pagerungan Besar dan Kangean Energy Indonesia (KEI) sebagai inisiator utama program.
Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan komitmen bersama untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian fasilitas Recycling Center, yang diharapkan menjadi pusat edukasi, titik pengumpulan sampah terkelola, sekaligus ruang produksi produk daur ulang sederhana bagi masyarakat.
![]()
Gerakan Anak Muda Makassar untuk Pulau-Pulau Indonesia
Berdaur.id menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari gerakan anak muda Makassar yang peduli pada keberlanjutan. Dengan latar belakang keilmuan dari Universitas Negeri Makassar (UNM), tim ini berfokus pada edukasi, inovasi, dan pendampingan berbasis komunitas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda Makassar bisa hadir dan membawa solusi. Dari Makassar untuk pulau-pulau Indonesia,” tambah Yayang Malil.
![]()
Tentang Berdaur.id
Berdaur.id adalah gerakan yang berfokus pada edukasi lingkungan, daur ulang plastik & kertas, dan pengembangan model ekonomi sirkular berbasis komunitas. Berbasis di Kota Makassar, Berdaur.id aktif mendampingi sekolah, desa, komunitas, hingga sektor usaha dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (*)
