GADINGNEWS, TORAJA UTARA – Maraknya praktik judi sabung ayam di wilayah Kabupaten Toraja Utara kini menuai sorotan dan keluhan keras dari warga, terutama oleh kalangan aktivis, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
Laskar Pemuda Barre Allo mendesak keras Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat, S.H., S.I.K., M.I.K untuk segera mencopot Kasat Intel, Kasat Reskrim, Kanit Resmob dan Kapolsek Sanggalangi sekaligus menantang Kapolda Sulsel untuk menunjukkan kinerjanya di awal masa jabatannya memimpin institusi kepolisian di Sulawesi Selatan.
![]()
Untuk diketahui, Kapolda Sulsel Irjen Pol Dr M. Awal Chairuddin merupakan putra asli Makassar yang baru saja dilantik menggantikan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro yang mendapat penugasan baru di Mabes Polri.
“Jika Kapolres tidak berani mencopot Kasat Intel, Kasat Reskrim, Kanit Resmob dan Kapolsek Sanggalangi mending Kapolres mundur saja”, tegas Eko Wahyudi atau akrab disapa Jhon Lengke yang merupakan Wakil Ketua Laskar Pemuda Barre Allo sekaligus Wakil Ketua 2 SAPMA Pemuda Pancasila Sulsel kepada awak media, Minggu (4/10/2026).
![]()
Jhon Lengke pun menambahkan, “kami melihat ada yang salah dijajaran Polres Torut yang melibatkan oknum-oknum sehingga aktivitas judi sabung ayam masih marak dan tidak sedikitpun bisa disentuh oleh aparat kepolisian setempat, ada apa ya.?. Kapolres Torut harus mengambil langkah tegas”, jelas Jhon.
Berdasarkan informasi, aktivitas sabung ayam disebut masih berlangsung dan diduga digelar secara rutin bahkan pada hari dimana masyarakat melaksanakan kegiatan peribadatan.
Seperti yang terlihat dari laporan masyarakat pada Jumat ( 2/10) aktivitas Sabung Ayam dilakukan di Mariri Saloso, Sabtu (3/10) di Tandung La’bo dan yang lebih parah lagi pada hari Minggu (4/10) di Daerah Bokin.
’Kami minta Kapolres ambil langkah tegas, karena bukti-bukti dugaan keterlibatan oknum petinggi kepolisian di Torut kami sudah sampaikan ke Kapolres, tapi sabung ayam ini tambah marak”, ucap Jhon.
![]()
Jhon Lengke merencanakan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan markas Polda Sulsel jika imbauannya tidak mendapatkan respon dari Kapolres Toraja Utara.
“Kami tidak akan tinggal diam dan sesuai hasil rapat koordinasi dan konsolidasi kami berencana akan menggelar demo dalam jumlah massa yang besar di depan Mapolda Sulsel jika imbauan kami kembali tidak direspon oleh Bapak Kapolres”, pungkasnya.(**)
