GADINGNEWS, MAKASSAR – Salah satu Program Rumah Zakat SULSEL dalam bidang Pendidikan adalah Program Literasi. Program ini dilaksanakan setiap hari Senin-Jumat pada pukul 14:00-17:45 WITA yang beralamat di jalan Dg Tantu Lorong 9 Rappokalling. Sampai saat ini jumlah anak yang ikut program literasi berjumlah 60 orang dari Anak usia TK, SD, SMP, SMA hingga Kuliah.
Ana sebagai penanggung Jawab Program literasi Rumah Zakat menuturkan bahwa kegiatan ini sudah diinisiasi sejak tahun 2022 sampai sekarang peserta terus bertambah hingga 60-an orang tapi dibatasi karena keterbatasan tempat kegiatan.
“Sejak 2022 kita inisiasi ini program dan terus bertambah peserta hingga 60-an orang, kalo tidak dibatasi akan terus bertambah, tapi kita batasi karena terbataski tempat kegiatan”, ujar Ana.
Senada dengan informasi dari Ana, Intan sebagai salah satu relawan program literasi menyampaikan bahwa literasi ini sangat ramai bahkan setiap kegiatan ada lagi orang tua yang minta formulir tapi pendaftaran ditutup karena keterbatasan tempat kegiatan.
![]()
“Literasi ini ramai sekali, setiap kegiatan literasi masih ada saja orang tua yang minta formulir untuk daftarkan anaknya di literasi, tapi kita tutup dulu karena full mi tempat literasi”, ungkap Intan salah satu relawan Program Literasi yang bermuka imut.
Program literasi Rumah Zakat ini juga dijadikan sebagai tempat Project Kemanusiaan dari mahasiswa BKP Fakultas Psikologi UNM. Kali ini ada 3 Mahasiswa yang melakukan Program BKP di program Literasi Rumah Zakat.
Nurul salah satu Mahasiswa BKP menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat menarik terutama bagi mahasiswa Psikologi untuk dijadikan Lokasi BKP karena bersentuhan langsung dengan karakter dan latar belakang anak-anak yang beragam.
“Kami memilih program literasi sebagai Lokasi BKP karena katanya sangat menarik, dan ternyata menarik memang karena anak-anaknya dari latar belakang dan karakter yang beragam”, ucap Nurul.
“Kami sangat senang bisa diterima untuk melakukan BKP di Program Literasi Rumah Zakat karena memang programnya luar biasa dan cukup menantang bagi kami sebagai mahasiswa yang sudah dapat ilmu di bangku kuliah dan saatnya terjun langsung ke lapangan selama 6 bulan”, pungkasnya.(**)
