Seragam Gratis dan Transparansi SPMB, Kader APPI: Harus Diapresiasi Langkah MULIA Disdik Makassar

GADINGNEWS, MAKASSAR – Program Pemerintah Kota Makassar yang dinahkodai oleh Munafri Arifuddin, terkait Seragam Gratis untuk Siswa-Siswi SD-SMP mulai diberlakukan.

Selain orang tua siswa yang diringankan oleh pengurangan biaya karena tidak lagi membeli seragam sekolah, ratusan UMKM penjahit juga terkena dampak yang menguntungkan. Hal ini jelas sangat berpengaruh terhadap sektor perekonomian masyarakat.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya seragam yang patut diacungi jempol, tetapi juga Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan proses yang berjalan begitu ketat dan transparan, tentu layak mendapat apresiasi. Hal ini ditegaskan oleh Kader DPP Angkatan Pemuda Pemersatu Indonesia (APPI), Fadel Sofyan.

“Tentunya beberapa program Pemkot Makassar, dalam hal ini yang dipimpin oleh Pak Appi dan Bu Aliyah wajib diapresiasi, bayangkan beberapa hematnya itu biaya karena seragam sekolah disubsidi (digratiskan) oleh pemkot, orang tua murid bisa mengalihkan untuk keperluan lainnya, bisa keperluan dapurnya atau keperluan pendidikan yang lebih penting, dan secara nyata bukan opini saja, masyarakat merasakan langsung itu dampaknya, dan banyak memang senang akan program ini”, ujarnya, Rabu (16/7).

“Kalaupun ada yang kritik kalau terlambat datang bajunya, atau kenapa beberapa hari belum pakai baju seragam, saya rasa kita harusnya tahu, bahwa tidak semua itu baju sama ukurannya, dan juga jumlahnya banyak, jadi kiranya kalaupun mengkritik boleh saja, tapi harusnya ada juga sedikit dasar yang detail”, ujar Fadsof sapaan karibnya.

Selain program seragam gratis, perhatian pengurus Harian KNPI ini tak luput dari kinerja Dinas Pendidikan Kota Makassar terkait SPMB, ia mengatakan bahwa penerimaan murid Baru tahun ini memang sangat berbeda dari tahun sebelumnya.

“Harus diakui tahun ini sangat ketat dan transparansi, tidak ada lagi negosiasi dibawah meja, atau nepotisme yang seperti diberikan, saya merasakan langsung ini, pastinya ada beberapa yang kecewa karena diakibatkan kualifikasi yang membuat calon siswa tidak lolos. Tetapi inilah yang namanya seleksi, baik itu jalur zonasi, afirmasi, prestasi, memang sudah ada ketentuannya”, katanya.

“Jadi kalau ada yang mengkritisi itu wajar-wajar sajalah, tapi kita juga harus menilai dan mengakui jika memang baik, kita akui itu baik”, bebernya.

Fadel juga mengaku harus mengapresiasi kerja Kepala Dinas Pendidikan Ibu Achi Soelman dan juga Ketua Panitia SPMB Dr. Syarif yang juga diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang SMP.

“Yang pastinya, beberapa oknum/kelompok jangan membuat ketakutan, terkait isssue ancaman ribuan siswa terancam tidak bersekolah, hal ini tidak perlu dikhawatirkan, berikanlah waktu dan kesempatan mereka menunjukkan kinerjanya, jangan sedikit-sedikit mau demo copat-copot kadis”, tandasnya. (*)

Pos terkait