GADINGNEWS, MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar optimis Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 mencapai target di angka Rp2,3 triliun. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, seusai acara Tax Award Anugrah Pajak Daerah Tahun 2025 tadi malam.
“Tentu kita punya banyak program-program untuk meningkatkan PAD yang pasti kita memaksimalkan intensifikasi untuk melakukan kegiatan pendataan dan juga pemeriksaan pajak,” katanya.
Kepala Bapenda Kota Makassar menegaskan bahwa salah satu upaya peningkatan PAD adalah dengan menerapkan sistem pembayaran pajak lewat digitalisasi.
“Kita juga akan memperkuat digitalisasi karena seperti yang Pak Wali sampaikan bahwa sekarang ini eranya semua sudah harus digitalisasi,” jelas Andi Asminullah.
Bapenda Kota Makassar juga akan terus memaksimalkan semua jenis pajak dan semua potensial untuk mencapai target PAD ke depan.
“Kita akan memperkuat digitalisasi, kemudian memperkuat pendataan, dan memperkuat pengawasan,” tuturnya saat dikonfirmasi langsung di Hotel Claro baru-baru ini.
“Kita akan memperkuat digitalisasi, kemudian memperkuat pendataan, dan memperkuat pengawasan,” tuturnya saat dikonfirmasi langsung di Hotel Claro baru-baru ini.
Mantan Camat Rappocini itu berkomitmen PAD Rp2,3 triliun bisa tercapai dalam waktu dekat ini.
“Itu sudah di angka 8,6% dan ini belum finish. Jadi kami masih ada beberapa minggu sampai akhir tahun, dan pasti kami akan terus meningkatkan, memaksimalkan semua potensi pendapatan. Harapan kami, PAD tahun depan tentu harus sudah melewati angka Rp2 triliun,” tutup Andi Asminullah.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelaskan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat memiliki kontribusi langsung terhadap berbagai bidang pelayanan publik.
“Ini bukan sekadar ceremonial. Kami ingin memperlihatkan adanya komitmen dan kewajiban yang harus kita jalankan bersama. Dari pajak inilah para pegawai Pemkot dibayarkan. Pajak juga membangun sekolah-sekolah, sarana kesehatan, infrastruktur olahraga, dan banyak fasilitas lainnya,” kata Munafri di acara Tax Award tadi malam.
Wali Kota juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus melakukan upaya maksimal dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk menjawab tuntutan pembangunan yang semakin meningkat setiap tahun.
“Jika pendapatan maksimal, pembangunan juga maksimal. Begitupula sebaliknya. Ini adalah siklus yang harus kita jalankan, karena pendapatan adalah kunci dari seluruh proses pembangunan di kota ini,” jelasnya.
Sekadar info, pada malam penghargaan Tax Award 2025, Pemkot Makassar, mengumumkan sejumlah kelurahan yang berhasil mencatat kinerja terbaik dalam pengelolaan dan kontribusi pajak daerah.
Untuk kategori realisasi penerimaan terbesar, pemenangnya adalah Kelurahan Macini Sombala, Kecamatan Tamalate, dan Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea.
Berikutnya, untuk kategori jumlah transaksi pembayaran terbanyak, penghargaan diberikan kepada Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, dan Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini.
Selain itu, kategori jumlah objek pajak terbanyak dimenangkan oleh Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, serta Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala.
Untuk kategori peningkatan penerimaan terbesar year-on-year, pemenangnya adalah Kelurahan Bontobiraeng, Kecamatan Mamajang, dan Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang.
Terakhir, pada kategori pencapaian target tercepat, penghargaan diberikan kepada Kelurahan Pattinalloang, Kecamatan Ujung Tanah, dan Kelurahan Kodingareng, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. (**)
