Distribusi Logistik Pemilu Ambyar, Komisioner KPU Makassar dan Provinsi Sulsel Diminta Mundur

GADINGNEWS, MAKASSAR – Sejumlah Organisasi dan kelompok Pemuda serta Mahasiswa yang ada di Kota Makassar berencana akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan dan KPU Kota Makassar. Aksi unjuk rasa tersebut rencananya akan digelar esok hari, Senin (19/2/2024).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi itu merupakan buntut daripada semrawutnya distribusi logistik Pemilihan di Kota Makassar, yang dimana banyaknya surat suara untuk beberapa daerah pemilihan di Kota Makassar itu saling tertukar.

Bacaan Lainnya

Hal tersebutlah yang membuat beberapa organisasi dan kelompok kepemudaan serta mahasiswa lokal Kota Makassar kemudian menggabungkan diri dengan membentuk sebuah Aliansi yaitu Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Makassar.

Salah seorang dari Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Makassar yang enggan disebutkan namanya saat di konfirmasi perihal rencana kegiatan aksi unjuk rasa ini mengungkapkan bahwa pihaknya mengaku kecewa dengan kinerja para Komisioner (KPU) yang diduga sangat bobrok dalam mendistribusikan logistik pemilu di beberapa TPS yang ada di Kota Makassar.

“Kami para pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi pemuda dan mahasiswa Makassar kecewa dengan kinerja para Komisioner (KPU) yang kami duga sangat bobrok dalam mendistribusikan logistik pemilu di beberapa TPS yang ada di Kota Makassar, ini sangat merugikan masyarakat sebagai pemilih”, katanya.

“Dengan anggaran yang nominalnya mencapai beberapa miliar kok malah dibalas dengan distribusi logistik yang ambyar, ini ada apa? Kalau memang tidak becus dalam bekerja atau tidak mampu untuk mengemban amanah mendingan mundur saja dari jabatannya sebagai Komisioner, kalau perlu lakukan pemungutan suara ulang di TPS-TPS yang tertukar surat suaranya”, sebut salah seorang pemuda yang enggan disebutkan namanya.

Dia menegaskan bahwa, Komisioner KPU perlu tahu bahwa ini bukan hanya tentang kesalahan yang tidak bisa kami toleransi tapi ini juga menyangkut nasib warga masyarakat Indonesia khususnya warga masyarakat Kota Makassar dalam 5 tahun kedepan.

“Kami sudah bersusah payah untuk bagaimana dapat berkontribusi mewujudkan Pemilu yang aman dan damai tapi malah Komisioner sendiri yang buat masyarakat geram, Komisioner sendiri yang buat pemilu tahun ini di Kota Makassar jadi tercemar, hentikan mi itu perhitungan, lakukan ulang dengan cara yang baik dan benar dengan memperhatikan nilai-nilai demokrasi, kami akan jaga Makassarta dan inilah salah bentuk wujud penjagaan kami terhadap nasib Kota yang kami cintai ini selama lima tahun kedepan”, tegasnya. (**)

Pos terkait