GADINGNEWS, MAKASSAR – Husnul Mubarak, tokoh pemuda dan pemerhati lingkungan di Sulawesi Selatan, secara tegas mengingatkan PT Masmindo Dwi Karya (MDK) untuk serius memperhatikan dampak lingkungan dari setiap aktivitas penambangan yang dilakukan di Kabupaten Luwu.
Peringatan ini datang di tengah kekhawatiran publik terhadap potensi kerusakan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat sekitar area tambang.
Husnul Mubarak menekankan bahwa perusahaan tambang sekelas PT Masmindo, yang beroperasi di wilayah dengan keanekaragaman hayati tinggi dan bergantung pada sumber daya alam, memiliki tanggung jawab besar untuk menerapkan praktik penambangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Ia menyoroti pentingnya mitigasi risiko lingkungansejak dini, mulai dari tahap eksplorasi, eksploitasi, hingga pasca-tambang.
“Setiap aktivitas penambangan pasti memiliki dampak, namun yang terpenting adalah bagaimana perusahaan mengelola dan meminimalisir dampak negatif tersebut,” ujar Husnul.
“PT Masmindo harus memastikan bahwa operasional mereka tidak merusak sumber air, mencemari tanah, atau mengganggu kehidupan flora dan fauna lokal. Ini bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tapi juga tentang tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang,” sambungnya.
Selain itu, Husnul Mubarak juga mendesak PT Masmindo untuk lebih terbuka dan partisipatif dalam melibatkan masyarakat lokal dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program lingkungan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dapat menjadi kontrol sosial yang efektif sekaligus memastikan bahwa solusi yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan.
Peringatan dari Husnul Mubarak ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi PT Masmindo untuk terus meningkatkan standar pengelolaan lingkungan mereka, sehingga operasional penambangan dapat berjalan selaras dengan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Luwu.
Husnul Mubarak selaku putra daerah di Kab. Luwu menegaskan jangan pernah main-main di Tanah luwu.(**)
