Soroti Bursa Calon Rektor yang Beredar, Alumni: Pentingnya Figur Lulusan UNM

GADINGNEWS, MAKASSAR — Bursa Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2026–2030 mulai menjadi perhatian di tengah persiapan tahapan pemilihan yang dilakukan Senat UNM.

Sorotan datang dari sejumlah alumni. Salah satunya, Abd Haris, yang menilai pentingnya figur yang memahami kultur dan dinamika internal UNM untuk memimpin kampus tersebut.

Bacaan Lainnya

“UNM adalah kampus besar dengan persoalan yang kompleks. Karena itu, calon rektor tidak hanya membutuhkan kapasitas akademik dan administratif, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap kultur, tradisi dan dinamika yang tumbuh di dalam almamater,” kata Abd Haris kepada awak media, Sabtu (29/8/2026).

Dengan demikian lanjut Abdul Haris, persoalan mengenai status alumni harus dikedepankan dalam Pemilihan rektor.

“Calon Rektor harus merupakan alumni UNM, karena bagi kami sebagai alumni, pengalaman berada dan tumbuh dalam kultur UNM merupakan nilai penting yang tidak boleh diabaikan,” tegas Abd Haris.

Ia mengatakan, persoalan kepemimpinan di perguruan tinggi tidak semata-mata berkaitan dengan gelar akademik. Menurutnya, rektor harus mampu memahami karakter setiap fakultas, pola relasi sivitas akademika, persoalan kemahasiswaan, serta dinamika organisasi yang berkembang di lingkungan kampus.

“Setiap fakultas memiliki karakter dan tradisi akademiknya sendiri. Rektor harus mampu membaca semua itu. Jangan sampai kepemimpinan hanya kuat secara administratif, tetapi lemah dalam memahami kultur internal kampus,” ujarnya.

Abd Haris meminta seluruh pihak yang terlibat dalam bursa calon Pilrek UNM agar mengedepankan rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kemampuan menyelesaikan persoalan kampus.

“Jangan hanya melihat siapa yang memiliki jabatan atau gelar profesor saja. Yang harus diuji adalah visi kepemimpinannya, rekam jejaknya, keberpihakannya terhadap kepentingan akademik, serta kemampuannya menyelesaikan persoalan mahasiswa dan sivitas akademika,” katanya.

Menurutnya, siapa pun alumni yang maju nantinya dan terpilih sebagai rektor harus mampu menjaga UNM sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki sejarah, tradisi akademik dan karakter tersendiri.

“UNM bukan sekadar gedung dan birokrasi. Di dalamnya ada sejarah panjang, kultur akademik dan tradisi yang dibangun oleh generasi dosen, mahasiswa dan alumni. Karena itu, siapa pun rektornya wajib berasal dari alumni,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan