GADINGNEWS, MAKASSAR – Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Penuntut Keadilan geruduk Trans Studio Mall (TSM) pada Sabtu, (18/7/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.
Aksi unjuk rasa itu buntut terjadinya kecelakaan di area parkir TSM yang dialami oleh seorang pemuda bernama Radit (17) pada Kamis (25/6) lalu dan diduga tidak mendapatkan pertanggung jawaban yang adil oleh pihak TSM dan pengelola parkirannya.
Korban mengalami luka permanen yang cukup parah pada leher korban dan sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Grestelina, Makassar.
Sebelumnya masalah tersebut sudah mendapatkan attensi dari manajemen TSM dengan mengadakan dua kali pertemuan bersama orangtua korban, Andi Usman serta menghadirkan pihak pengelola parkir PT Securindo Packatama Indonesia (SPI).
Diketahui dari hasil pertemuan itu telah disepakati penyelesaian masalah secara damai dengan catatan pihak TSM dan SPI siap membayar segala kerugian Materiil dan Immateriil yang ditimbulkan akibat insiden tersebut, termasuk biaya pengobatan hingga kondisi korban kembali pulih.
Namun menurut keterangan dari Andi Usman selaku orangtua korban bahwa hasil dari kesepakatan tersebut belum terealisasi hingga saat ini.
“Pertemuan pertama 26 Juni terus kedua pada tanggal 7 Juli, dan ternyata semua itu kami di PHP”, kesal Andi Usman.
Terdapat 6 poin tuntutan dalam aksi unjuk rasa itu, diantaranya :
1. Mendesak pihak TSM untuk bertanggungjawab penuh atas insiden yang dialami ananda Radit,
2. Meminta pemenuhan hak-hak korban dan pemberian gantirugi yang adil,
3. Mengawal status hukum anak di area tempat kerja/usaha secara objektif,
4. Mendesak penyelesaian perkara secara adil, transparan dan sesuai hukum yang berlaku,
5. Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap Sistem Keamanan dan Keselamatan (K3) di area parkir,
6. Meminta instansi berwenang untuk mengawal kasus ini secara profesional dan tanpa keberpihakan.
Andi Usman juga menegaskan, jika tuntutan itu tidak mendapatkan respon positif dari pihak TSM maupun SPI, maka dirinya memastikan akan terus melanjutkan aksi unjuk rasa ini dengan jumlah massa yang lebih besar.
Berdasarkan pantauan media, sempat terjadi ketegangan antara pendemo dan pihak keamanan TSM yang ditengahi oleh puluhan anggota kepolisian dibantu beberapa personil TNI atau Babinsa setempat.
Bahkan nampak juga puluhan orang yang diduga preman berdiri memadati portal dan menahan mobil komando yang berusaha memasuki portal parkiran TSM selama aksi unjuk rasa berlangsung.
Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari TSM maupun SPI, redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi.(*)
