Mengenal Kortipo, Permainan Anti Koripso Ala Spak

Gadingnews.Info, MakassarMasalah korupsi sudah menjadi masalah utama dinegeri ini. Tindakan korupsi sudah hampir memasuki semua sendi-sendi kehidupan bangsa ini. Meski sudah banyak pelaku yang dihukum. Namun hal itu belumlah cukup karena perilaku korupsi masih terus saja terjadi. Karenanya selain adanya penindakan terhadap pelaku korupsi juga perlu pencegahan. Dengan melakukan kampanye,edukasi dan sosialisasi pada masyarakat.

Salah satu tindakan pencegahan seperti yang dilakukan oleh Saya perempuan anti korupsi atau SPAK Indonesia bersana AIPJ2 telah mengembangkan game atau alat bantu permainan dengan nama KORTIPO (Korupsi Dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang).

Bacaan Lainnya

Diluncurkan di Makassar, senin 23/5/2022, dihadiri pihak KPK, Asdep Perlindungan Hak perempuan pekerja dan TPPO, pemerintah Provisi Sulsel,Pemkot Makassar, Pemkot Pare-pare, ketua DPRD Sulsel, Pemkab Bulukumba, NGO dan lainnya.

Maria Kresentia, selaku Direktur SPAK, menjelaskan jika permainan ini digunakan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat khususnya pemangku kepentingan tentang perilaku dan praktek korupsi yang memudahkan terjadinya TPPO.

“Dalam permainan banyak hal yang dapatkan terutama informasi terkait dengan TPPO dan perilaku koruptif, sehingga masyarakat dapat turut berperan serta dalam mencegah terjadinya TPPO dengan mengenali kondisi dan modus, serta mengambil langkah pencegahan, seperti melaporkan pada yang berwajib atau tindakan lain, ” jelas Maria.

Selain itu menurut Maria permainan juga akan menjadi media atau alat kampanye dan edukasi dalam melawan korupsi dan TPPO.

Harapan senada juga diungkapkan oleh Direktur Pembinaan peran Serta Masyarakat KPK, Brigjen Kumbul Kuswidjanto memgatakan, Peluncuran Game Kortipo sangat menarik, apalagi jika dikaitkan dengan pencegahan korupsi.
Menurutnya, untuk saat ini, KPK terus berupaya mencegah korupsi dari segala aspek. Salah satu yang dilakukan adalah menerapkan pendidikan antikorupsi di kurikulum di sekolah dari TK hingga perguruan tinggi.

“Kami bekerjasama dengan kemendikbud yang secara bertahap menerapkan pendidikan korupsi  dengan dimulai dari jam-jam ekstrakurikuler. Nantinya, para siswa maupun mahasiswa akan diedukasi soal nilai-nilai integritas antikorupsi, ” jelas Kumbul yang hadir melalui Zoom.

KORTIPO, sendiri merupakan Alat Bantu Pendidikan Antikorupsi untuk Mencegah TPPO

Sebagaimana banyak kejahatan terhadap perempuan, kemiskinan adalah salah satu prediktor terbesar kerentanan terhadap perdagangan orang—dan situasinya sangat mudah dipahami.

Ketika orang berjuang untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka, seperti membayar makanan, sewa tempat tinggal, sekolah, atau perawatan kesehatan, mereka sangat rentan putus asa untuk mencari solusi. Pada saat itulah, mereka menjadi sasaran empuk bagi para pedagang.

Dikombinasikan dengan faktor-faktor lain seperti keadaan tanpa kewarganegaraan atau dokumen-dokumen legal, kurangnya pendidikan, atau kondisi di bawah umur, yang menghalangi mereka untuk mendapatkan pekerjaan legal, mereka sangat terbuka untuk dieksploitasi.

Belajar dari hasil penelitian yang dilakukan, mencegah TPPO (termasuk mencegah korupsi dalam TPPO), artinya adalah sebuah pekerjaan yang berhadapan dengan mereka yang putus asa karena kemiskinan, pendidikan yang rendah dan semua kondisi di atas, di tingkat akar rumput.

Kebijakan seringkali tidak cukup dalam untuk mengakomodasi potret-potret khas ini, selain kebijakan memang dikembangkan sebagai sistem undang-undang, langkah-langkah pengaturan tindakan secara umum tentang mencegah, melindungi atau memberikan konsekuensi pada para pihak.

Oleh karenanya akan selalu ada kesenjangan antara kebijakan, pemahaman terhadap kebijakan dan pelaksanaan kebijakan. Dengan kondisi khas prediktor yang disebutkan di atas kesenjangan pemahaman konsep dan kebijakan terhadap upaya-upaya mencegah TPPO melalui pencegahan korupsi, dipastikan terjadi. Oleh karenanya, tidak ada pilihan selain melakukan pendekatan akar rumput sebagai sebuah pendekatan berkelanjutan melalui proses interaktif yang luas di antara akar rumput, menembus organisasi-organisasi masyarakat terkecilnya dan semua tatanan sosial-ekonomi.

Berdasarkan pengalaman SPAK Indonesia, hal ini bisa dilakukan melalui alat bantu dalam bentuk permainan / game board.

Untuk itu, SPAK Indonesia telah mengembangkan game dengan nama KORTIPO (Korupsi Dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang). Permainan ini digunakan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat khususnya pemangku kepentingan tentang apa saja perilaku dan praktek korupsi yang memudahkan terjadinya TPPO, apa pengaruh, apa bahayanya dan bagaimana dampaknya.

Melalui permainan ini masyarakat dapat mengetahui, bahwa penyalahgunaan wewenang, suap dan perilaku koruptif lain yang dianggap biasa, dapat menimbulkan akibat yang tidak terbayangkan bahkan kematian bagi korban TPPO.

Melalui permainan ini diharapkan masyarakat dapat turut berperan serta dalam mencegah terjadinya TPPO dengan mengenali kondisi dan modus, serta mengambil langkah pencegahan, seperti melaporkan pada yang berwajib atau tindakan lain.

Pos terkait