“Itu di bawah Rp 200 juta. Kita kan pengadaan langsung. Kalau tidak salah sekitar Rp 193 juta,” ucap Kepala Dinas PUPKP Sleman Taupiq Wahyudi, dikutip dari detikJateng, Kamis (10/11/2022).
Meski demikian, Taupiq menjelaskan bahwa pengaspalan tersebut merupakan permintaan dari warga. Maka dari itu, dalam prosesnya tetap mengajukan proposal terlebih dahulu.
“Tetap itu secara aturan di masyarakat, dari desa. Jadi itu (daerah rumah Erina Gudono) kan masuk KSCT (kawasan strategis cepat tumbuh), jadi mengajukannya tetap melalui proposal. Perlakuannya sama,” ujar Taupiq.(**)
