Hal senada juga disampaikan oleh adik ipar mendiang RM, Handoyo (64) yang heran, jika korban tewas kelaparan, karena korban dapat menghubungi sanak saudaranya. Ia mengaku kaget mendengar kabar kematian dari adik iparnya itu.
Polda Metro Jaya Ikut Selidiki
Polda Metro Jaya ikut terlibat penyelidikan satu keluarga tewas di rumah Kalideres, Jakarta Barat.
Secara induktif, Polda Metro menyebut saat ini olah TKP sudah dilaksanakan, sembari pihaknya menunggu hasil dari kedokteran forensik maupun laboratorium forensik, yakni toksikologi dan histopatologi ihwal kematian korban secara akurat.
“Saat ini, ditreskrimum PMJ backup Polres Jakarta Barat dalam penyelidikan kasus ini,” tutur Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/11).
Walikota Jakbar Minta Publik Jangan Terjebak Diksi Kelaparan
Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko meminta publik tidak terjebak pada isu kelaparan terkait kasus satu keluarga tewas dalam satu rumah di Kalideres.
Setelah meninjau kondisi rumah korban tersebut, menurutnya rumah itu jauh dari kata kurang mampu. Sehingga, tidak bisa disimpulkan kalau keluarga itu tidak memiliki bahan pangan.
“Terkait dengan statement (pernyataan) seperti itu tentu perlu kami luruskan ya, Kita ini jangan sampai terjebak oleh diksi tentang kelaparan ya,” ucap Yani, kepada wartawan di TKP, Jakarta, Sabtu (12/11).
Empat Jenazah Akan Dikremasi
Kerabat korban yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat akan menyambangi Polsek Kalideres untuk mengurus proses kremasi pada Sabtu (12/11) kemarin.
“Ke Polsek Kalideres, nanti karena rencana jenazah keluarga mau diambil pihak keluarga,” ungkap Ketua RT 015/ RW 7 Kalideres, Asiung, kemarin. Ia mengatakan keluarga korban memerlukan surat izin mengambil jenazah di RS Polri, Kramat Jati. Ia juga mengatakan bahwa keluarga korban juga akan datang ke lokasi kejadian
“Nantinya keluarga akan mengkremasi keempat korban itu”, kata Asiung pada wartawan, Minggu (13/11).
(**)
